Search for collections on Digilib IKIP PGRI PONTIANAK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALY REPETITION(AIR) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUANPEMAHAMAN MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA PADA MATERI HIMPUNAN DI KELAS VII SMP NEGERI 2 MATAN HILIR SELATAN

FITRI NETYSA (2020) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALY REPETITION(AIR) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUANPEMAHAMAN MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA PADA MATERI HIMPUNAN DI KELAS VII SMP NEGERI 2 MATAN HILIR SELATAN. Diploma thesis, IKIP PGRI PONTIANAK.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (286kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (620kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (583kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (640kB)

Abstract

iii

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mengungkap
penerapan model pembelajaran Auditory Intellectualy Repetition (AIR) dan
Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemahaman matematis
siswa ditinjau dari gaya belajar siswa pada materi himpunan di kelas VII SMP
Negeri 2 Matan Hilir Selatan. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui: 1) Manakah model pembelajaran yang memberikan kemampuan
pemahaman matematis siswa yang lebih baik antara model pembelajaran AIR atau
PBL pada materi himpunan. 2) Manakah kategori gaya belajar siswa yang
memiliki kemampuan pemahaman matematis siswa yang lebih baik antara
kategori gaya belajar siswa visual, auditorial atau kinestetik pada materi
himpunan. 3) Untuk setiap kategori model pembelajaran, manakah gaya belajar
siswa yang memiliki kemampuan pemahaman matematis siswa yang lebih baik
antara gaya belajar siswa visual, auditorial atau kinestetik pada materi himpunan.
4) Untuk setiap kategori gaya belajar siswa, manakah model pembelajaran yang
memberikan kemampuan pemahaman matematis siswa lebih baik antara model
pembelajaran AIR atau PBL pada materi himpunan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen,
dengan bentuk penelitian Quasi Eksperimental Design, dan rencangan penelitian
adalah desain faktorial 2x3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas VII SMP Negeri 2 Matan Hilir Selatan yang terdiri 3 kelas, dengan sampel
kelas VII A dan VII B yang dipilih secara random menggunakan teknik Cluster
Random Sampling.
Dengan menggunakan taraf signifikat α = 0,05 disimpulkan bahwa: 1)
Model pembelajaran AIR memberikan kemampuan pemahaman matematis siswa
yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran PBL pada materi himpunan. 2)
Siswa yang memiliki gaya belajar siswa visual memberikan kemampuan
pemahaman matematis siswa yang lebih baik dari pada siswa yang memiliki gaya
belajar siswa auditorial maupun kinestetik, dan siswa yang memiliki gaya belajar
siswa auditorial memberikan kemampuan pemahaman matematis siswa yang
lebih baik dari pada siswa yang memiliki gaya belajar siswa kinestetik pada materi
himpunan. 3) Pada masing-masing model pembelajaran, kemampuan pemahaman
matematis siswa yang memiliki gaya belajar siswa visual lebih baik dari pada
siswa yang memiliki gaya belajar siswa auditorial maupun kinestetik, dan
kemampuan pemahaman matematis siswa yang memiliki gaya belajar siswa
auditorial lebih baik dari pada siswa yang memiliki gaya belajar siswa kinestetik.
4) Pada setiap tingkat gaya belajar siswa, model pembelajaran AIR memberikan
kemampuan pemahaman matematis siswa yang lebih baik dari pada model
pembelajaran PBL.
Kata kunci: AIR, PBL, kemampuan Pemahaman Matematis, Gaya Belajar Siswa

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Skripsi
Divisions: Fakultas MIPA dan Teknologi > Pendidikan Matematika
Depositing User: IKIP PGRI Pontianak
Date Deposited: 18 Sep 2020 08:07
Last Modified: 18 Sep 2020 08:07
URI: http://digilib.ikippgriptk.ac.id/id/eprint/684

Actions (login required)

View Item
View Item